Berdasarkan pantauan tim Redaksi LPM KONTUR FT UMS, komentar serupa dipublikasikan oleh lebih dari satu akun pada unggahan DPM FT UMS. Penyebaran informasi tersebut berlangsung di ruang publik media sosial sehingga dapat diakses oleh pengguna lain dan memunculkan berbagai tanggapan. Namun, hingga komentar itu beredar, tidak ditemukan informasi pendukung maupun bukti yang menunjukkan bahwa tuduhan tersebut telah melalui proses verifikasi.
Untuk memperoleh informasi yang berimbang sesuai
dengan prinsip jurnalistik dan Kode Etik Jurnalistik, LPM KONTUR FT UMS melakukan
konfirmasi kepada Fredicia selaku Gubernur BEM FT UMS yang namanya disebut
dalam komentar tersebut. Dalam keterangannya, ia membantah informasi yang beredar dan menegaskan bahwa
dirinya tidak pernah memiliki pinjaman online sebagaimana dituduhkan.
"Untuk hal tersebut, dari saya sendiri tentu tidak
merasa memiliki pinjaman tersebut. Jika adanya komentar seperti itu,
kemungkinan identitas saya bocor karena saya pernah mengalami kehilangan
dompet" ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa dugaan yang menurutnya menjadi
penyebab munculnya isu tersebut adalah penyalahgunaan identitas pribadi setelah
kehilangan dompet beberapa waktu lalu. Menurutnya, informasi yang beredar tidak
benar dan tidak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa sebelum
komentar tersebut tersebar di media sosial, tidak ada pihak yang menghubunginya
untuk melakukan konfirmasi ataupun meminta klarifikasi. Ia mengaku baru
mengetahui adanya komentar tersebut saat informasi itu mulai beredar dan
diberitahukan kepadanya.
Mengetahui namanya dicantumkan dalam komentar
tersebut, ia mengaku segera mengambil langkah dengan menelusuri dugaan pihak
yang menyebarkan informasi serta berkoordinasi dengan pihak-pihak yang
berkaitan dengan pengelolaan media sosial agar komentar yang dinilai merugikan
tersebut dapat ditangani sesuai mekanisme yang berlaku.
Terkait dugaan adanya motif tertentu di balik
penyebaran komentar tersebut, ia mengaku belum dapat memastikan tujuan dari
pihak yang menyebarkan informasi tersebut. Namun, ia menduga peristiwa tersebut
lebih mengarah pada kemungkinan penyalahgunaan data pribadi daripada persoalan
pinjaman online yang dituduhkan.
Di sisi lain, Fredicia memastikan bahwa isu yang
beredar tidak memengaruhi jalannya organisasi BEM FT UMS. Menurutnya, informasi
yang berkembang di media sosial belum tentu memiliki dasar yang valid sehingga
tidak semestinya dijadikan acuan tanpa proses verifikasi.
Menutup keterangannya, ia mengimbau kepada
mahasiswa Fakultas Teknik UMS untuk lebih berhati-hati dalam menyikapi
informasi yang beredar di media sosial. Ia berharap mahasiswa tidak
terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum memperoleh informasi yang telah
diverifikasi dari pihak terkait.
"Saya berharap mahasiswa mencari tahu terlebih
dahulu kronologi yang sebenarnya dan tidak gegabah mengambil keputusan terhadap
informasi yang belum jelas kebenarannya" tutupnya.
LPM KONTUR FT UMS menegaskan bahwa pemberitaan ini
disusun berdasarkan hasil pemantauan terhadap komentar yang beredar di media
sosial serta hasil wawancara dengan pihak yang disebut dalam komentar tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat bukti
yang dapat mengonfirmasi kebenaran dugaan pinjaman online yang beredar,
sehingga informasi tersebut masih sebatas klaim yang beredar di media sosial
dan telah dibantah oleh pihak yang bersangkutan. Apabila di kemudian hari
terdapat informasi baru atau klarifikasi dari pihak lain yang berkepentingan, LPM
KONTUR FT UMS akan memberikan ruang pemberitaan sesuai prinsip keberimbangan,
hak jawab, dan hak koreksi sebagaimana diatur dalam Kode Etik Jurnalistik.
