RUANG YANG DIPERJUANGKAN
"12 TAHUN EKSISTENSI LPM KONTUR"
Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) KONTUR Fakultas Teknik UMS lahir dari kesadaran bahwa mahasiswa teknik juga membutuhkan ruang untuk berpikir, bersuara, dan menyampaikan aspirasi. Cikal bakalnya di era 1990-an, ketika dua mahasiswa dari Jurusan Teknik Mesin dan Teknik Sipil mulai merintis media alternatif, LPM KONTUR telah menjadi simbol bahwa dunia teknik tidak seharusnya hanya berkutat pada angka, teknologi, dan pembangunan fisik semata. Di tengah lingkungan akademik yang cenderung menempatkan kemampuan teknis sebagai prioritas utama, kehadiran LPM KONTUR sejak awal membawa misi berbeda yakni membangun tradisi literasi, diskusi, dan keberanian intelektual di Fakultas Teknik.
Langkah awal pertumbuhan ini bukanlah perjalanan yang mudah. Di Fakultas Teknik yang sebagian mahasiswanya kerap memandang jurnalistik sebagai sesuatu yang kurang relevan dengan dunia teknik, keberadaan LPM KONTUR harus berhadapan dengan stigma bahwa pers mahasiswa bukan kebutuhan utama. Pandangan ini menjadi tantangan historis yang terus menyertai perjalanan organisasi. Namun, dari tantangan itulah LPM KONTUR menemukan identitasnya. Ia hadir bukan sekadar sebagai media informasi, tetapi sebagai bentuk perlawanan terhadap sempitnya cara pandang bahwa mahasiswa teknik hanya perlu unggul secara akademik tanpa perlu memiliki kepekaan sosial dan keberanian menyuarakan kebenaran.
Perjalanan LPM KONTUR sempat mengalami fase vakum akibat dinamika organisasi dan regenerasi. Namun nilai yang ditanamkan sejak awal tidak pernah benar-benar hilang. Kebangkitannya kembali pada tahun 2016 menjadi bukti bahwa kebutuhan akan pers mahasiswa di Fakultas Teknik tetap relevan. Generasi baru menghidupkan Kembali LPM KONTUR bukan hanya untuk melanjutkan organisasi, tetapi juga untuk menegaskan kembali bahwa literasi, kritik, dan ruang aspirasi tetap penting, bahkan di tengah budaya teknik yang sering dianggap lebih fokus pada aspek praktis. Kebangkitan ini menjadi momentum rekonstruksi identitas, bahwa mahasiswa teknik harus mampu menjadi lebih dari sekadar calon insinyur, tetapi juga intelektual yang utuh.
Sejarah panjang LPM KONTUR menunjukkan bahwa keberadaannya bukan pelengkap di Fakultas Teknik, melainkan kebutuhan. Dalam lingkungan yang kadang memandang ilmu jurnalistik sebelah mata, LPM KONTUR terus membuktikan bahwa kemampuan menulis, berpikir kritis, serta mengawal isu kampus adalah bagian penting dari pembangunan karakter mahasiswa. Pers mahasiswa menjadi ruang penyeimbang agar dunia teknik tidak kehilangan dimensi sosial dan kemanusiaannya.
Pada Milad ke-12 ini, perjalanan LPM KONTUR menjadi refleksi atas konsistensi perjuangan tersebut. Dari gerakan kecil dua mahasiswa pada era 1990-an, fase vakum, hingga kebangkitan kembali di era modern, LPM KONTUR terus membawa pesan bahwa Fakultas Teknik membutuhkan lebih dari sekadar kecakapan teknis. Ia membutuhkan mahasiswa yang mampu berpikir luas, kritis terhadap realitas, dan berani bersuara. Dengan demikian, sejarah LPM KONTUR bukan hanya sejarah organisasi pers mahasiswa, tetapi juga sejarah perjuangan menjaga nalar intelektual di tengah lingkungan teknik yang terus berkembang. LPM KONTUR membuktikan bahwa jurnalistik di Fakultas Teknik bukan sesuatu yang tidak penting, melainkan fondasi penting dalam membentuk mahasiswa teknik yang utuh, sadar, dan berdaya.
